Besok, IHSG antisipasi data pajak



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan masuk dalam tren bearish, Kamis (8/6). Pada perdagangan Rabu (7/6), indeks ditutup naik 0,17% ke level Rp 5,717,32.

Aditya Perdana Putra, analis Semesta Indovest menyatakan, besok, IHSG diprediksi akan menunjukkan tren bearish. Menurutnya, IHSG hari ini terlihat masih rawan koreksi, lantaran indeks bergerak dengan tren sideways mengarah bearish. "Dengan asing masih net sell, investor mengamati pemilu di Inggris dan harga minyak dunia," kata Aditya, Rabu (7/6).

Justru ia melihat, adanya kecenderungan investor untuk menunggu hasil rapat The Fed pada pekan depan. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar. Selain itu, dia menyatakan angka penerimaan pajak bisa menjadi efek negatif. "Karena kalau tidak tercapai, defisit akan semakin besar, itu cukup berisiko," ungkapnya.


Aditya mengamati, penerimaan pajak pada Mei tahun ini agak melambat. Hal tersebut menjadi sentimen negatif secara makro ke pasar. Dengan tren bearish, dia memprediksi, IHSG akan berada pada level support pada 5.685 dan level resistance pada 5.745

Sementara, Riska Afriani analis OSO Sekuritas menilai, dari awal pembukaan perdagangan saham hingga penutupan IHSG pada hari ini, IHSG bergerak dalam teritori positif. Dia melihat penguatan yang terjadi saat ini masih didominasi oleh aksi beli investor domestik. "Sementara asing masih terus mencatatkan aksi jual bersih," ujar Riska kepada KONTAN, Rabu 7/6).

Dia menambahkan penguatan yang terjadi saat ini juga relatif terbatas karena memang belum ada sentimen baik dari dalam atau luar negeri yang mempengaruhi indeks. "Pelaku pasar, khususnya asing masih terlihat wait and see, diperkirakan hingga rilis kenaikan suku bunga The Fed," terangnya.

Selain itu, pasar juga memperhatikan pemilu di inggris. Riska memperkirkan, besok, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas ditengah penantian rilis cadangan devisa Indonesia bulan Mei.

ia memprediksi IHSG akan bergerak pada support level 5.692 dan resistance 5.746.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini