Besok, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidasi



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi cenderung tertahan pada perdagangan besok. Pasalnya, indikator teknikal indeks masih cenderung beragam.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas mengatakan, secara teknikal IHSG membentuk pola candlestick bearish dengan penutupan di bawah harga pembukaan. IHSG seakan tidak mampu break out MA7 sebagai resistance-nya di level 4.870 seiring momentum dari Indikator RSI yang terkonsolidasi pada area middle oscillator meskipun ada peluang crossing di area dekat oversold pada indikator Stochastic.

"Oleh karena itu, kita diperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung mixed tertahan dengan range pergerakan 4.820-4.875." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Kamis (28/4).


Hari ini, IHSG bergerak cenderung tertekan namun ditutup naik tipis 2.73 poin atau 0.06% di level 4848.39 dengan volume yang relatif tinggi. Sektor infrastruktur dan aneka industri yang melemah lebih dari 1% menjadi beban berat IHSG dalam penguatan.

Investor asing pun terlihat kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 501.75 miliar meskipun rupiah berhasil menguat kembali di bawah 13.200. Lanjar bilang, investor terlihat seakan lebih berhati-hati dengan pasar negara berkembang setelah bursa Eropa dibuka turun cukup dalam.

Bursa Asia ditutup mayoritas mixed dengan pelemahan terbesar di alami oleh bursa saham Jepang. Pelonjakan nilai tukar YEN pasca BOJ memilih untuk menahan diri untuk menambah kadar stimulus disaat tingkat suku bunga negatif. Investor cenderung menghindari aset beresiko sehingga permintaan akan Yen melonjak.

Bursa Eropa dibuka tergelincir dengan rata di bawah 1,5% pada awal perdagangan hari ini. Trend penurunan laba emiten besar di zona Eropa masih menjadi sentimen negatif aksi jual investor.

Data tingkat kepercayaan konsumen flat dan Aksi tunggu investor terhadap survei pertumbuhan GDP AS yang akan keluar dengan perkiraan melambat. Hal tersebut dapat memperpanjang ketidakpastian akan peningkatan suku bunga AS yang direncanakan bertahap sejak bulan Juni.

Sentimen selanjutnya yang akan mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan akhir pekan ini menurut Lanjar di antaranya tingkat inflasi di Eropa dan tingkat kemampuan konsumen di AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto