Lusa, IHSG diproyeksi akan cenderung tertekan



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan cenderung tertekan pada perdagangan Kamis (10/3). Pasalnya, sejumlah indikator teknikal indeks menunjukkan sinyal negatif.

Lanjar Nafi, analis Reliance Securitas mengatakan, secara teknikal IHSG menutup gap yang terbentuk pada level 4781 dengan break out support MA7. 

Indikator stochastic terlihat tertekan aksi jual dengan momentum RSI yang bearish hingga dibawah rata-rata momentum 15 harinya.


IHSG masih berpeluang menguji support MA25 hingga bullish trend jangka menengah dikarenakan signal reversal masih belum terlihat. 

"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertekan dengan range pergerakan 4735-4805." Kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Selasa (8/3).

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup tertekan sejak awal sesi -20.53 poin sebesar -0.43% dilevel 4811 dengan volume yang relatif moderate. 

Hanya sektor pertambangan yang menguat hingga 1.3% setelah beberapa harga komoditas melonjak seperti timah, gold dan nikel. Meskipun demikian, rata-rata saham melemah didorong kekhawatiran atas data ekonomi di China dan Jepang.

Lanjar bilang, menjelang libur bursa di hari rabu investor asing terlihat berhati-hati dalam melakukan aksi beli dimana tercatat net buy hanya sebesar Rp 43.95 miliar pada perdagangan hari ini.

Bursa Asia ditutup mayoritas terkoreksi searah dengan AS dan Indeks berjangka di Eropa. Sebagian data menunjukkan pelemahan diantaranya data eksport China dan Jepang yang kembali terjatuh. Jatuhnya ekspor di China merupakan yang terbesar dalam hampir enam tahun terakhir.

Sementara Bursa Eropa dibuka gap down terkoreksi mengikuti bursa Asia yang ditutup tertekan akibat perlambatan eksport. 

Produsen komoditas terkoreksi paling dalam setelah memimpin rebound sejak akhir pekan lalu. Investor masih menunggu pertemuan ECB sebagai isyarat untuk kebijakan moneter lanjutan.

Menurut Lanjar, sentimen pada hari rabu tidak begitu ramai sedangkan sentimen pada hari kamis diantaranya Indeks harga barang produksi dan tingkat inflasi di China.  Neraca perdagangan dan aktivitas ekpor di Jerman dengan ekspektasi cukup baik. Dan, yang terakhir hasil pertemuan ECB mengenai kebijakan moneter, yang menurut survey ECB akan memotong bunga deposito hingga 10 basis poin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News