Besok, pedagang ayam di Bandung mogok berjualan



BANDUNG. Walikota Bandung Ridwan Kamil mengaku bakal menggelar operasi pasar daging ayam menyusul rencana aksi mogok penjual daging ayam yang dilakukan mulai Kamis (20/8) besok. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kelangkaan daging ayam di pasaran. 

"Saya lagi koordinasi sama Bulog karena izin operasi pasar harus dari Bulog pusat. Mudah-mudahan izin dari Bulog pusat turun. Kalau turun hari ini kita bisa operasi pasar secepatnya, paling cepat besok," kata pria yang kerap disapa Emil itu saat ditemui di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (19/8). 

Meski sudah berkoordinasi dengan Bulog, pria yang akrab disapa Emil itu mengaku tetap berkomunikasi dengan kelompok pedagang daging ayam untuk bekerjasama menstabilkan pasokan daging ayam bagi masyarakat Kota Bandung. 


"Sambil berkomunikasi dengan asosiasi pedagang ayam dan daging ayam untuk menstabilkan situasi dengan saling bekerja sama," ucapnya. 

Emil menilai, aksi mogok pedagang dilatarbelakangi tingginya harga ayam mulai dari level distributor. Dia menduga, ada keterlibatan spekulan yang sengaja memanfaatkan momentum. 

"Alasannya (pedagang) suplai dari distributornya yang sudah tinggi duluan, itu yang sedang saya selidiki. Itu yang saya maksud, kalau tidak bisa dikontrol negara, si harga ini naik turunnya kadang oleh kartel distributor atau importir itu yang bahaya, mirip-mirip dengan sapi," tuturnya. 

"Sebelum terjadi pemogokan, kami sudah persiapan. Tapi ternyata ada prosedur harus izin Bulog dulu, hari ini saya coba telepon dulu Bulog pusat supaya memerintahkan Bulog Jawa Barat untuk operasi pasar besok lusa, karena konsumsi daging ayam orang Bandung itu favorit tinggi banget," kata Emil. (Dendi Ramdhani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia