JAKARTA. Bess Central Insurance, subsidiari Asuransi Central Asia, membukukan pendapatan premi sebesar Rp 158 miliar di sepanjang tahun lalu. Itu berarti, tumbuh 10,5% ketimbang tahun sebelumnya, yakni Rp 143 miliar. Lini usaha asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor mendominasi perolehan premi perseroan hingga mencapai 70%. Sedangkan sisanya berasal dari asuransi properti, asuransi pengangkutan dan lain-lain. "Kami optimistis, lini asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor masih akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Bess Insurance di tahun ini," ujar Goenawan Hadidjojo, Direktur Utama Bess Insurance, Kamis (12/3).
Bess Insurance raup premi Rp 158 miliar tahun lalu
JAKARTA. Bess Central Insurance, subsidiari Asuransi Central Asia, membukukan pendapatan premi sebesar Rp 158 miliar di sepanjang tahun lalu. Itu berarti, tumbuh 10,5% ketimbang tahun sebelumnya, yakni Rp 143 miliar. Lini usaha asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor mendominasi perolehan premi perseroan hingga mencapai 70%. Sedangkan sisanya berasal dari asuransi properti, asuransi pengangkutan dan lain-lain. "Kami optimistis, lini asuransi kesehatan dan kendaraan bermotor masih akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Bess Insurance di tahun ini," ujar Goenawan Hadidjojo, Direktur Utama Bess Insurance, Kamis (12/3).