BFI Finance (BFIN) Catat Piutang Dikelola Rp 26,3 Triliun, Didominasi Modal Kerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan pertumbuhan piutang pembiayaan yang dikelola sepanjang 2025.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, hingga akhir 2025 nilai piutang dikelola (managed receivables) perusahaan mencapai Rp 26,3 triliun. Angka tersebut meningkat 8,9% secara tahunan.

“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” ujar Sutadi dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).


Baca Juga: Saham Big Banks Terus Tertekan, Analis Pertimbangkan Keuntungan Dividen Yield

Secara komposisi, portofolio piutang BFI Finance masih didominasi oleh pembiayaan produktif. Hingga Desember 2025, pembiayaan modal kerja menyumbang porsi terbesar yakni 57,3% dari total piutang dikelola. Sementara pembiayaan investasi memiliki porsi 17,6%.

Adapun pembiayaan multiguna tercatat memiliki porsi sebesar 22% dari total piutang, sedangkan pembiayaan berbasis syariah berkontribusi sebesar 3,1%.

Adapun dari sisi penyaluran pembiayaan baru, BFI Finance membukukan nilai Rp 21,9 triliun sepanjang 2025. Realisasi tersebut meningkat 9,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, total aset BFI Finance juga meningkat menjadi Rp 25,5 triliun pada 2025 atau naik 1,4% dibandingkan posisi 2024.

Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance mencatat total pendapatan sebesar Rp 6,7 triliun sepanjang 2025, naik 6,5% secara tahunan. Laba bersih perusahaan juga tumbuh tipis 1% yoy menjadi Rp 1,58 triliun.

Baca Juga: Nasabah Bank Digital Terus Bertambah, Namun Rasio Pengguna Aktif Masih di Bawah 50%

Di sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) BFI Finance masih terjaga di bawah 2%. Per 31 Desember 2025, NPF bruto tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22%.

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF industri per Desember 2025 tercatat sebesar 2,51% secara bruto dan 0,77% secara neto.

Selain itu, rasio keuangan lainnya juga menunjukkan kondisi yang solid. Return on Asset (ROA) BFI Finance tercatat sebesar 7,9%, sementara Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%. Adapun gearing ratio berada pada level 1,3 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News