KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan kinerja yang dipublikasikan di
press release BFI Finance, perusahaan membukukan total pembiayaan baru sebesar Rp 21,9 triliun atau naik 9,3% YoY pada tahun 2025. Selain itu, BFI Finance juga mencatat pertumbuhan total aset pada 2025 sebesar 1,4% YoY menjadi Rp 25,5 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan piutang kelola sebesar 8,9% dengan nilai Rp 26,3 trilun.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi mengatakan bahwa capain ini merupakan bukti resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terkendali.
Baca Juga: BFI Finance (BFIN) Bidik Dana Rp 3 Triliun dari Penerbitan Obligasi "Tentunya ini semua berkat kemampuan dalam menerapkan prinsip agility yang diiringi dengan kerja keras seluruh tim, semangat berkolaborasi yang strategis, serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” katanya. Dari segi layanan pembiayaan, BFI Finance tercatat konsisten mendukung aktivitas ekonomi dari berbagai segmen konsumen. Mulai dari kebutuhan individu, pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga bisnis skala besar. Adapun hingga akhir Desember 2025, komposisi piutang kelolaan BFI Finance didominasi oleh pembiayaan produktif, yaitu modal kerja tercatat sebesar 57,3% dan investasi sebesar 17,6%. Selain itu, piutang pembiayaan untuk multiguna tercatat dengan porsi 22,0% dan pembiayaan syariah sebesar 3,1%.
Baca Juga: BFI Finance (BFIN) Anggarkan Dana Buyback Saham Rp 100 Miliar dalam Tiga Bulan Untuk
income statement, total pendapatan tercatat senilai Rp 6,7 triliun pada 2025 atau naik 6,5% YoY. Sementara itu profitabilitas tercatat sebesar 1,0% YoY menjadi Rp 1,581 triliun. Meski dibayangi dengan tantangan industri dan dinamika pasar yang menekan daya beli dan konsumsi masyarakat, BFI juga masih mencatat angka
Non-Performing Financing (NPF) yang terkendali di level bruto 1,39% dan neto 0,22%.
Menurut Sutadi, keberhasilan ini didukung oleh strategi bisnis BFI Finance dengan menerapkan prinsip penguatan portofolio dan ketahanan operasional, penyesuaian strategi pada setiap lini produk, serta penerapan manajemen risiko yang cermat. “Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” tutupnya.
Baca Juga: Pembiayaan Syariah BFI Finance Tumbuh 9% YoY, UUS Belum Akan Spin Off Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News