BGN Umumkan Lima Pejabat Baru untuk Perkuat MBG, Ini Daftarnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan lima pejabat tinggi madya baru untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kelima pejabat tersebut terdiri dari seorang Sekretaris Utama dan empat deputi yang akan menangani sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan pengangkatan pejabat baru tersebut merupakan bagian dari penguatan sumber daya manusia di BGN. 


Baca Juga: Purbaya Sebut Anggaran MBG Kemungkinan Dipangkas, Besarannya Masih Didiskusikan

Menurutnya, penunjukan pejabat tinggi madya dilakukan langsung oleh Presiden sesuai Pasal 59 Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang BGN.

"Kemarin sore kami mendapat Keppres yang ditandatangani Pak Presiden, mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN. Tentu saja kami senang sebagai pimpinan BGN, karena memang kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agustina dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (21/7/2026)

Adapun lima pejabat yang diperkenalkan BGN meliputi:

  1. Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, menggantikan Sarwono. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN. 
  2. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, menggantikan Tigor Pangaribuan. Sebelumnya menjabat Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan. 
  3. Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, menggantikan Suardi Samiran. Sebelumnya merupakan Kepala Biro Keuangan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
  4. Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sebelumnya menjabat pejabat eselon I di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 
  5. Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, menggantikan Dadang Hendrayudha. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan MBG Bukan Pemborosan, Melainkan Investasi Gizi

Agustina menjelaskan, latar belakang kelima pejabat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan BGN dalam memperkuat tata kelola MBG.

Mulai dari pembenahan sistem penetapan sasaran penerima manfaat, penguatan pengadaan dan penyaluran pangan, perluasan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, hingga peningkatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News