JAKARTA. Perusahaan tambang batubara asal Australia, BHP Billiton, berniat menjual konsesi tambang batubara di Blok Maruwai, Kalimantan Tengah. Sebab, menurut BHP Billiton, wilayah kerja yang memiliki tujuh Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan batubara (PKP2B) tersebut tidak strategis dan tidak ekonomis untuk dikembangkan. "Kami sedang membahas sejumlah opsi. Salah satu ide yang mengemuka adalah menjual blok itu ke pihak lain," kata Indra Diannanjaya, Manajer Hubungan Eksternal BHP Billiton, Selasa (9/6). Opsi lainnya, mengembalikan blok tersebut ke pemerintah atau melibatkan pemerintah setempat untuk ikut mengembangkan. Soal pilihan melego ke pihak lain, Indra menyatakan pihaknya belum memastikan berapa harga jual yang akan mereka patok. Yang jelas, selama proses evaluasi berlangsung, bisa dipastikan 450 orang karyawan BHP Billiton di proyek tersebut terancam PHK. "Kami akan bertemu dengan Dirjen Minerbapabum hari ini, untuk memberitahukan permasalahan tersebut," kata Indra.
BHP Billiton Akan Lepas Maruwai
JAKARTA. Perusahaan tambang batubara asal Australia, BHP Billiton, berniat menjual konsesi tambang batubara di Blok Maruwai, Kalimantan Tengah. Sebab, menurut BHP Billiton, wilayah kerja yang memiliki tujuh Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan batubara (PKP2B) tersebut tidak strategis dan tidak ekonomis untuk dikembangkan. "Kami sedang membahas sejumlah opsi. Salah satu ide yang mengemuka adalah menjual blok itu ke pihak lain," kata Indra Diannanjaya, Manajer Hubungan Eksternal BHP Billiton, Selasa (9/6). Opsi lainnya, mengembalikan blok tersebut ke pemerintah atau melibatkan pemerintah setempat untuk ikut mengembangkan. Soal pilihan melego ke pihak lain, Indra menyatakan pihaknya belum memastikan berapa harga jual yang akan mereka patok. Yang jelas, selama proses evaluasi berlangsung, bisa dipastikan 450 orang karyawan BHP Billiton di proyek tersebut terancam PHK. "Kami akan bertemu dengan Dirjen Minerbapabum hari ini, untuk memberitahukan permasalahan tersebut," kata Indra.