SYDNEY. BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang global, memangkas dividen interim sampai 75%. Padahal, sebelumnya perusahaan berjanji untuk mempertahankan payout ratio atawa persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Kebijakan ini lahir setelah jatuhnya harga komoditas dunia menyebabkan kerugian perusahaan tembus US$ 5,67 miliar untuk paruh kedua tahun lalu. Kerugian ini merupakan yang terbesar dan pertama kalinya ditanggung perusahaan dalam 16 tahun terakhir. "Kami perlu menyadari bahwa kami berada dalam era baru, dunia baru, dan kami membutuhkan kebijakan dividen yang berbeda untuk menangani situasi ini. Yakni, peringatan akan harga komoditas yang lemah, berkepanjangan dan volatilitas yang tinggi," ujar Andrew Mackenzie, Direktur BHP Billiton seperti dikutip Reuters, kemarin.
BHP Billiton pangkas dividen 75%
SYDNEY. BHP Billiton Ltd, perusahaan tambang global, memangkas dividen interim sampai 75%. Padahal, sebelumnya perusahaan berjanji untuk mempertahankan payout ratio atawa persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Kebijakan ini lahir setelah jatuhnya harga komoditas dunia menyebabkan kerugian perusahaan tembus US$ 5,67 miliar untuk paruh kedua tahun lalu. Kerugian ini merupakan yang terbesar dan pertama kalinya ditanggung perusahaan dalam 16 tahun terakhir. "Kami perlu menyadari bahwa kami berada dalam era baru, dunia baru, dan kami membutuhkan kebijakan dividen yang berbeda untuk menangani situasi ini. Yakni, peringatan akan harga komoditas yang lemah, berkepanjangan dan volatilitas yang tinggi," ujar Andrew Mackenzie, Direktur BHP Billiton seperti dikutip Reuters, kemarin.