BHP dan Rio Tinto Terpukul Jumat (19/6), Bursa Australia Loyo di Akhir Pekan



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (19/6/2026), terbebani penurunan harga komoditas yang menyeret saham-saham pertambangan.

Meski demikian, indeks acuan masih berada di jalur penguatan mingguan kedua berturut-turut seiring meredanya kekhawatiran pasar setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga: Langka Terjadi, Moody's, Fitch, dan S&P Kompak Dukung SpaceX


Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 turun 0,9% menjadi 8.831,10 pada perdagangan Jumat pagi waktu setempat. Kendati terkoreksi, indeks tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 0,3% sepanjang pekan ini.

Sektor pertambangan menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan 2,7%. Pelemahan dipicu turunnya harga bijih besi setelah harga energi dan biaya pengiriman melemah, sementara permintaan baja dari China sebagai konsumen terbesar dunia masih lesu.

Saham raksasa tambang BHP Group merosot 3,3%, sementara Rio Tinto turun 2,6% dan Fortescue kehilangan 1,8%.

Tekanan juga datang dari saham-saham produsen emas yang turun 2,5%. Pelemahan ini dipicu sikap hawkish bank sentral AS (The Fed) yang meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga, sehingga menekan harga emas.

Baca Juga: Energi Nuklir Jadi Buruan Investor Silicon Valley, Standard Nuclear IPO

Meski demikian, sektor emas masih mencatat kinerja mingguan yang kuat dengan kenaikan sekitar 10,1%, menjadi performa terbaik sejak Agustus tahun lalu.

Sebelumnya, harga emas sempat terdorong naik oleh ketidakpastian geopolitik sebelum tercapainya kesepakatan damai AS-Iran.

Saham Evolution Mining turun 3,3%, namun masih membukukan kenaikan mingguan sekitar 8,3%, yang berpotensi menjadi penguatan mingguan terbaik sejak akhir Februari.

Di sektor keuangan, saham-saham perbankan dan jasa keuangan melemah 0,4%. Namun sektor ini tetap menuju kinerja mingguan terbaik sejak pertengahan Mei. Saham Macquarie Group masih mencatat kenaikan sekitar 3,3% sepanjang pekan setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru awal pekan ini.

Baca Juga: MSCI Turunkan Penilaian Information Flow Indonesia Menjadi Negatif, Apa Sebabnya?

Sementara itu, sektor energi turun 1,1% dan mencatat kinerja mingguan terburuk sejak Maret tahun lalu. Kesepakatan damai AS-Iran telah mendorong harga minyak kembali mendekati level sebelum konflik, sehingga menekan saham-saham energi.

Di tengah pelemahan pasar, saham IDP Education melonjak hingga 17,9%, menjadi kenaikan intraday terbesar sejak Februari.

Penguatan terjadi setelah perusahaan konsultan pendidikan tersebut mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai A$ 50 juta.

Adapun di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 menguat 0,3% ke level 13.399,37.