BHP Tunjuk Brandon Craig Jadi CEO, Gantikan Mike Henry



KONTAN.CO.ID - Raksasa pertambangan BHP Group resmi menunjuk Brandon Craig sebagai CEO, menggantikan Mike Henry yang akan mengakhiri masa jabatannya setelah lebih dari enam tahun memimpin perusahaan, Rabu (18/3/2026).

Craig, 53 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Presiden untuk wilayah Amerika dan memimpin bisnis bijih besi BHP di Australia Barat selama tiga tahun. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam atas dua bisnis terpenting BHP.

Baca Juga: Ancaman Lockout BP: Nasib Ratusan Pekerja & Harga BBM Melambung?


“Dia pernah memimpin bisnis bijih besi, dan wilayah Amerika mungkin menjadi bisnis terpenting bagi BHP ke depan. Saya menilai dia sangat mengesankan,” kata Andy Forster dari Argo Investments di Sydney.

Craig, warga negara Australia yang dinaturalisasi, memiliki gelar Master dalam Business Leadership dan Sarjana Teknik Mesin dari University of Natal, Afrika Selatan.

Warisan Mike Henry

Selama memimpin BHP, Henry melakukan restrukturisasi besar portofolio perusahaan, termasuk keluar dari bisnis minyak, menghapus dual-listing di Inggris, dan mengalihkan fokus ke komoditas seperti potas dan tembaga.

Dua komoditas ini kini menyumbang sebagian besar keuntungan BHP pada laporan setengah tahun terakhir.

Baca Juga: Nvidia Siapkan Chip Groq untuk Pasar China

“Henry adalah CEO pertama dalam beberapa tahun terakhir yang meninggalkan banyak opsi bagi penerusnya,” ujar analis Glyn Lawcock dari Barrenjoey, Sydney.

“Jika melihat saat Mike mulai, pilihan yang tersedia sangat minim. Mereka sempat mencoba shale, tetapi tidak berhasil, dan grade menurun di Escondida,” tambahnya, merujuk pada tambang tembaga terbesar dunia di Chile.

Henry meninggalkan visi untuk pengembangan tembaga di Australia Selatan, membuka kawasan tembaga baru di Argentina, dan menargetkan produksi Escondida kembali ke satu juta ton per tahun.

Spekulasi sempat muncul bahwa BHP akan menunjuk CEO perempuan pertama, dengan kandidat kuat adalah Geraldine Slattery, kepala BHP Australia.

Namun akhirnya Brandon Craig yang dipilih untuk melanjutkan kepemimpinan dan strategi perusahaan.