JAKARTA. Masih maraknya pemberian kredit oleh rentenir di daerah-daerah pelosok di Indonesia, dinilai karena belum hadirnya financial inclusion. "Untuk menghindari rentenir, jawabannya adalah kehadiran lembaga keuangan formal," ucap Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Agusman, di Hotel Bidakara, Senin, (29/4). Ia bercerita, BI pernah menyaksikan sendiri ada daerah di Sumatera Utara di mana tak ada lembaga keuangan formal yang membantu. Di situ, ada masyarakat yang memetik barang dari alam dan diminta bunga oleh rentenir sampai 100% per harinya. "Rentenir itu luar biasa," akunya.
BI: Bank dibutuhkan untuk membasmi rentenir
JAKARTA. Masih maraknya pemberian kredit oleh rentenir di daerah-daerah pelosok di Indonesia, dinilai karena belum hadirnya financial inclusion. "Untuk menghindari rentenir, jawabannya adalah kehadiran lembaga keuangan formal," ucap Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Agusman, di Hotel Bidakara, Senin, (29/4). Ia bercerita, BI pernah menyaksikan sendiri ada daerah di Sumatera Utara di mana tak ada lembaga keuangan formal yang membantu. Di situ, ada masyarakat yang memetik barang dari alam dan diminta bunga oleh rentenir sampai 100% per harinya. "Rentenir itu luar biasa," akunya.