JAKARTA. Kehadiran real time gross settlement (RTGS) generasi II tidak membuat Bank Indonesia (BI) menjalankan infrastruktur RTGS untuk multi currency. Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran BI Bramudija Hadinoto mengatakan, BI belum akan menjalankan RTGS multi currency meskipun infrastruktur sudah ada. “Saat ini, BI mengutamakan RTGS untuk mata uang rupiah,” katanya Bramudija, Senin (6/6). Alasan lain, karena dalam menjalankan transaksi di luar mata uang domestik harus ada kebutuhan dari perbankan, dan memperoleh izin dari bank sentral asal mata uang tersebut. Meskipun permintaan sudah ada, namun BI belum memutuskan waktu penerapan RTGS multi currency, karena isu penggunaan rupiah lebih penting di dalam negeri. Jangan sampai, kehadiran RTGS multi currency akan mendorong transaksi RTGS dan kliring menggunakan valuta asing (valas).
BI belum aktifkan RTGS multi currency
JAKARTA. Kehadiran real time gross settlement (RTGS) generasi II tidak membuat Bank Indonesia (BI) menjalankan infrastruktur RTGS untuk multi currency. Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran BI Bramudija Hadinoto mengatakan, BI belum akan menjalankan RTGS multi currency meskipun infrastruktur sudah ada. “Saat ini, BI mengutamakan RTGS untuk mata uang rupiah,” katanya Bramudija, Senin (6/6). Alasan lain, karena dalam menjalankan transaksi di luar mata uang domestik harus ada kebutuhan dari perbankan, dan memperoleh izin dari bank sentral asal mata uang tersebut. Meskipun permintaan sudah ada, namun BI belum memutuskan waktu penerapan RTGS multi currency, karena isu penggunaan rupiah lebih penting di dalam negeri. Jangan sampai, kehadiran RTGS multi currency akan mendorong transaksi RTGS dan kliring menggunakan valuta asing (valas).