JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution belum mau berkomentar ketika ditanyai mengenai perusahaan keuangan Yawadwipa Companies yang hendak mengakuisisi 100% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) senilai Rp 6,7 triliun. "Belum. Belum, pokoknya belum, saya belum mau komentar," ujar Darmin, di Gedung Bank Indonesia, Jumat (10/2). Seperti diwartakan, Yawadwipa berencana mengakuisisi seluruh saham Bank Mutiara. Sejauh ini, perusahaan asing itu telah mendatangi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, perusahaan tidak menjelaskan detail mengenai rencana investasinya di Indonesia ketika mendatangi BKPM. "Mereka tidak spesifik mengatakan mau investasi apa," kata Kepala BKPM yang juga Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/2).
BI belum mau komentar tentang Yawadwipa
JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution belum mau berkomentar ketika ditanyai mengenai perusahaan keuangan Yawadwipa Companies yang hendak mengakuisisi 100% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) senilai Rp 6,7 triliun. "Belum. Belum, pokoknya belum, saya belum mau komentar," ujar Darmin, di Gedung Bank Indonesia, Jumat (10/2). Seperti diwartakan, Yawadwipa berencana mengakuisisi seluruh saham Bank Mutiara. Sejauh ini, perusahaan asing itu telah mendatangi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun, perusahaan tidak menjelaskan detail mengenai rencana investasinya di Indonesia ketika mendatangi BKPM. "Mereka tidak spesifik mengatakan mau investasi apa," kata Kepala BKPM yang juga Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/2).