BI berharap volatilitas nilai tukar berakhir semester I tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah, Kamis (4/10). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah hari ini berada di level Rp 15.133 per dollar AS, melemah dibanding hari sebelumnya yang masih ada di level Rp 15.088 per dollar AS.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi jangan dilihat levelnya, tetapi besaran depresiasi dan volatilitasnya. Sebab, pelemahan nilai tukar tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara emerging market lainnya.

Menurut Mirza, yang terpenting lagi, suplai dan permintaan valas berjalan dengan baik. Sektor perbankan dalam negeri juga masih kuat. Rasio kecukupan modal atau capital adequcy ratio (CAR) perbankan di atas 20%, jauh dari risiko minimum 14%. Likuiditas saat ini juga masih cukup.


"BI memang menaikkan bunga, tapi bunga yang kami lihat di pasar time deposit. Kalau BI sudah menaikkan 150 bps, bunga di pasar time deposit itu kenaikannya belum sampai 50 bps. Jadi masih terkendali," kata Mirza saat ditemui di Gedung BI, Kamis siang.

Kata Mirza, BI selalu siap membuka keran likuiditas melalui term repo. Hal ini pernah dilakukan BI di Mei dan Juni lalu. Mirza memastikan, BI akan masuk ke pasar untuk menambah likuiditas jika memang likuiditas rupiah mengetat.

Pihaknya berharap, volatilitas nilai tukar negara-negara emerging market bisa berakhir, setidaknya di tahun depan nanti. "Mudah-mudahan semester satu tahun depan selesai," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat