BI Catat Kredit Baru di Triwulan IV 2025 Melonjak, Kredit Sektor Ini Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2025 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru yang mencapai 88,92%, naik dari 82,33% pada triwulan III 2025.

Dikutip dari Survei Perbankan BI, berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit baru terutama bersumber dari Kredit Modal Kerja dengan SBT sebesar 88,64% serta Kredit Investasi yang mencatatkan SBT 87,32%. Sementara itu, penyaluran Kredit Konsumsi terindikasi melambat dengan SBT hanya 13,39%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.

Perlambatan Kredit Konsumsi didorong oleh penurunan Kredit Kendaraan Bermotor yang tercatat memiliki SBT negatif sebesar -2,14%. Selain itu, pertumbuhan Kredit Multiguna dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) juga melambat, masing-masing dengan SBT 21,38% dan 27,16%. Di sisi lain, pertumbuhan Kartu Kredit justru mengalami peningkatan signifikan dengan SBT 70,81%, sementara Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) relatif stabil pada SBT 48,00%.


Baca Juga: CIMB Niaga Dikabarkan Jajaki IPO Unit Usaha Syariah Setelah Spin Off

Secara sektoral, pertumbuhan kredit baru pada triwulan IV 2025 meningkat di sejumlah sektor utama, antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dengan SBT 88,53%, Industri Pengolahan (75,92%), Perantara Keuangan (72,53%), Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi (72,49%), serta Perdagangan Besar dan Eceran (63,53%).

Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit, kebijakan standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2025 terindikasi lebih longgar. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang bernilai negatif sebesar -2,59. Pelonggaran standar tersebut terutama terjadi pada Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, KPR/KPA, dan Kredit UMKM, dengan relaksasi pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu, serta suku bunga kredit.

Sementara itu, BI memperkirakan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 tetap tumbuh secara triwulanan (qtq), meski dengan laju yang lebih moderat. SBT prakiraan penyaluran kredit baru tercatat sebesar 55,74%, lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan IV 2025.

Kredit Modal Kerja diperkirakan tetap menjadi prioritas utama penyaluran kredit baru pada awal 2026, diikuti oleh Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi. Untuk Kredit Konsumsi, KPR/KPA diproyeksikan masih menjadi fokus utama, disusul Kredit Multiguna dan KTA.

Dari sisi sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 diprakirakan terbesar mengalir ke sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.

Baca Juga: CIMB Niaga Dikabarkan Jajaki IPO Unit Usaha Syariah Setelah Spin Off

Adapun kebijakan standar penyaluran kredit pada triwulan I 2026 akan lebih berhati-hati. Hal ini tercermin dari ILS yang diproyeksikan sebesar 2,75, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sikap kehati-hatian tersebut terutama diterapkan pada Kredit Investasi dan KPR/KPA, khususnya pada aspek persyaratan administrasi dan agunan.

Selanjutnya: Mentan Bakal Ubah Lahan Hortikultura Rawan Longsor di Jabar Jadi Perkebunan

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News