BI catat volume transaksi valas per hari capai US$ 5,9 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi valas per hari dari Januari sampai Februari 2018 mencapai US$ 5,9 miliar.

Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI bilang pasar juga tercatat cukup efisien dengan kurs Rp 1 sampai Rp 3. "Dibandingkan 3 tahun lalu sebesar Rp 10," kata Nanang kepada kontan.co.id, Senin (19/2).

Eksportir, terutama perusahaan minyak kelapa sawit (CPO) menjadi pemasok valas yang konsisten di pasar dan terlihat tetap percaya diri atas terjaganya kestabilan kurs rupiah.


Lancarnya pasokan valas dari para eksportir ini turut menjaga keseimbangan pasar sehingga gejolak yang dipicu oleh sentimen global seperti dalam dua pekan terakhir dapat termitigasi dengan baik.

Sebagai gambaran, saat ini, ada 6 perusahaan yang menggunakan skema Local Currency Settlement (LCS). Enam perusahaan ini salah satunya adalah sejumlah eksportir dan importir besar.

Beberapa perusahaan ini termasuk adalah importor produk pertaninan, makanan minuman, suku cadang kendaraan bermotor. Biasanya importir harus menggunakan dollar untuk impor, saat ini importir ini bisa menggunakan mata uang di tiga negara.

Dari sisi perbankan, menurut catatan Nanang, ada 7 bank yang sudah ditunjuk untuk mempersiapkan infrastruktur. Hal ini termasuk pembukaan rekening nostro dan vostro di masing-masing bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia