BI Diprediksi Akan Kerek Suku Bunga pada Tahun Ini, Ini Respons Bank Mandiri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga kredit meskipun Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan tahun ini. 

Pasalnya, ekonomi Indonesia saat ini masih dalam proses pemulihan. Nasabah perbankan masih banyak yang dihadapkan dengan proses restrukturisasi kredit karena terdampak pandemi Covid-19. 

"Dengan naiknya suku bunga BI, tidak otomatis kami akan langsung menaikkan suku bunga kredit. Namun, kami akan mengkaji dengan mempertimbangkan aspek risiko, perkembangan permintaan kredit  serta persaingan yang ada di pasar." kata Sigit Prastowo Direktur Keuangan Bank Mandiri pada Kontan.co.id, Kamis (17/3). 


Untuk mengantisipasi kenaikan BI rate ke depan, Bank Mandiri memilih untuk fokus menjaga pertumbuhan dana murah (CASA) karena itu relatif tidak terpengaruh terhadap kenaikan bunga acuan.

Baca Juga: Bisa Buka di Livin, Jumlah Rekening Tabungan Bank Mandiri Tumbuh 21%

Secara keseluruhan, Bank Mandiri melihat ada potensi kenaikan suku bunga di tahun ini. Hal itu sejalan dengan proyeksi tim economist perseroan yang memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga acuan BI sekitar 50 bps-75 bps.

Namun, kenaikan itu tidak akan dimulai pada kuartal I 2022. Pasalnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16-17 Maret 2022 telah memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. 

Keputusan itu diambil BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. 

Sementara kondisi likuiditas Bank Mandiri hingga saat ini masih sangat longgar. Rasio kredit terhadap pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan secara bank only ada di level 80 per akhir 2021. 

Rasio dana murah bank ini juga meningkat jadi 69,7% dari 65,6% pada tahun 2020. Itu membuat Cost of Fund (CoF) atau biaya dana perseroan secara konsolidasi turun ke level 1,71%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi