BI diprediksi bakal naikkan suku bunganya awal tahun 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun keputusan Bank Indonesia (BI) dinilai tepat dalam menahan suku bunga, namun BI diprediksi akan menaikkan suku bunga pada tahun 2019.

"BI awal tahun depan masih berpeluang menaikkan suku bunga karena risiko dalam negeri harus dikelola," ungkap Josua Pardede ekonom Bank Permata saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (20/12).

Terutama permasalahan yang dihadapi BI terkait dengan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Selain itu BI juga perlu menjaga confidence ke pelaku pasar apalagi dengan adanya sentimen positif saat ini ke negara emerging market.


Josua memprediksi BI bisa menaikkan suku bunga di kisaran 25 basis poin (bps) atau 50 bps, sesuai dengan kebijakan BI yang pre-emptive dan ahead the curve.

Sehingga kecil kemungkinan bagi BI untuk menurunkan suku bunga di tahun 2019 meskipun sentimen lebih baik di emerging market. Apalagi harga minyak dunia yang terus menurun. Pasalnya perang dagang masih belum selesai.

Sedangkan keputusan mempertahankan suku bunga dinilai tepat karena BI sudah mengejutkan pasar dengan menaikkan di November lalu. Ini menunjukkan BI konsisten menjaga kebijakan yang front loading.

Usai kenaikan tersebut rupiah juga cenderung lebih stabil. Apalagi proyeksi ekonomi makro Amerika Serikat (AS) juga cenderung melambat.

Sehingga dengan keputusan The Fed yang cenderung dovish, dan keputusan BI yang tidak menaikkan suku bunga maka tidak ada sentimen yang mengkhawatirkan. Josua memprediksi rupiah bisa stabil hingga akhir tahun di kisaran Rp 14.300 - Rp 14.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto