BI Diproyeksi Mulai Pangkas Suku Bunga Acuan pada Semester II 2024



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diprediksi memangkas suku bunga acuannya mulai semester II 2024.

Ekonom Senior Bank DBS Radhika Rao memperkirakan, BI akan memangkas suku bunga acuannya dengan total 70 basis poin (bps) pada akhir 2024. Dengan skenario turun 25 bps di kuartal III 2024 dan 50 bps di kuartal IV 2024.

“Bank Indonesia, ekspektasinya suku bunga turun 75 bps, 25 bps di kuartal III 2024 dan 50 bps di kuartal IV 2024,” tutur Ekonom Senior Bank DBS dalam media briefing, Rabu (7/2).


Baca Juga: Bank Indonesia Perkirakan The Fed Turunkan Suku Bunga pada Semester II 2024

Sementara itu, untuk suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Radhika memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 100 bps pada tahun 2024. Dengan rincian, 50 bps pada kuartal III 2024 dan sebanyak 50 bps pada kuartal IV 2024.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mulai buka-bukaan terkait rencana suku bunga di tahun 2024. Di mana, bank sentral Indonesia itu membuka peluang untuk memangkas suku bunga acuan di tahun ini.

Namun Perry tak menjelaskan kapan tepatnya suku bunga BI akan mulai diturunkan. Hanya, pada pertemuan bulan Desember 2023, Perry mengungkapkan pemangkasan suku bunga akan mulai pada semester II-2024.

Baca Juga: Ramalan BI: Belum Ada Kemungkinan The Fed Pangkas Suku Bunga pada Semester I-2024

“Dengan arah-arah ke depan, ya tentu saja saya sampaikan ada ruang penurunan suku bunga BI rate. Akan ada. Namun, Harus melihat beberapa kriteria,” tutur Perry, Rabu (17/1) di Jakarta.

Perry menjelaskan, kriteria yang dimaksud adalah. Pertama, seberapa cepat penguatan nilai tukar rupiah.

Kedua, tetap terkendalinya inflasi, khususnya inflasi inti, dan juga pergerakan inflasi pangan. Ketiga, bagaimana BI melihat dukungan kredit dalam pembiayaan ekonomi.

Baca Juga: BI Membuka Peluang Pangkas Suku Bunga Acuan di Tahun Ini

Dengan adanya ketiga syarat tersebut dan kemudian BI memangkas suku bunga, tentu ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli