BI Diproyeksi Pertahankan Suku Bunga, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI pada hari ini (19/8/2026). BI diproyeksi mempertahankan suku bunga pada RDG kali ini. 

Analis Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa mencatat bahwa BI meningkatkan penyerapan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar 300% secara week on week (WoW) menjadi Rp 20,0 triliun dari Rp 5,0 triliun, di tengah kuatnya permintaan yang mencapai Rp 80,7 triliun dan terkonsentrasi pada tenor 12 bulan (12M) sebesar Rp 71,7 triliun. 

Meski penyerapan meningkat tajam, yield pemenang turun menjadi 7,06% (tenor 6 bulan), 7,21% (tenor 9 bulan), dan 7,37% (tenor 12 bulan), memberikan BI ruang lebih besar untuk mengelola likuiditas sekaligus mempertahankan peran SRBI dalam menjaga stabilitas rupiah.


Baca Juga: RAPBN 2027: Bunga Utang Rp 650 T, Pemerintah Bayar Rp 1,78 T/Hari Setara 178 Juta MBG

Inflow portofolio asing melambat 79% WoW menjadi hanya Rp 900 miliar pada pekan lalu, dengan inflow SRBI sebesar Rp 2,7 triliun mengimbangi outflow Rp 1 triliun  dari saham dan Rp 820 miliar dari SBN. Permintaan SRBI yang tetap kuat dan tambahan insentif BI turut menopang rupiah menguat sekitar 1% secara month to date (MTD) menuju Rp 17.800 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik kedua di kawasan setelah Korean Won.

“Kami memperkirakan BI mempertahankan suku bunga kebijakan hari ini, didukung rupiah yang stabil di sekitar Rp 17.800 per dolar AS, CDS 5 tahun yang turun ke 84 bps, serta total inflow asing sebesar Rp 9,6 triliun dalam dua minggu pertama Agustus 2026 yang didominasi Rp 9,5 triliun ke SRBI,” ujar Jessica dalam risetnya pada Rabu (19/8/2026). 

Baca Juga: Belanja Perpajakan 2027 Hanya Tumbuh 9,6%, Pengamat Ungkap Alasannya

Dengan spread SRBI tenor 12 bulan – BI Rate menyempit menjadi 162 bps dari 189bps, Jessica menilai instrumen non-suku bunga BI terlihat semakin efektif sehingga mengurangi urgensi kenaikan suku bunga lanjutan sekaligus membatasi tekanan tambahan terhadap pertumbuhan domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News