BI disarankan tahan suku bunga acuan karena pertimbangan ini



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyarankan agar Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan ini.

Berdasarkan asesmen Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky, bank sentral mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga yield differential sehingga menjadi langkah antisipasi kemungkinan terjadinya pelarian modal.

Ia menambahkan, suku bunga kebijakan yang lebih rendah bisa mendorong investor memindahkan aset mereka ke negara-negara yang dianggap safe-haven sehingga nantinya bisa memicu fluktuasi nilai tukar rupiah.


Baca Juga: Indef sebut gagal bayar koperasi karena pengawasan lemah

"Untuk itu, dengan melihat perlunya menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian dari pandemi Covid-19 yang masih tinggi, sebaiknya BI menahan suku bunga kebijakannya," jelas Teuku Riefky lewat laporan yang diterima Kontan.co.id, Senin (18/5).

Meski demikian, ia tetap melihat bahwa sebenarnya BI masih memiliki ruang yang memadai untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Apalagi, ditopang dengan kondisi inflasi yang stabil dan kebutuhan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang diprediksi masih akan lebih rendah dari perkiraan.

Terperinci, inflasi pada bulan April 2020 tercatat lebih landai dari perkiraan, yaitu sebesar 0,08% mom. Ini pun di luar pola, karena umumnya inflasi cenderung meningkat menuju periode awal Ramadan.

Baca Juga: Saham bank jadi pemberat IHSG, berikut saham yang layak dicermati

Editor: Noverius Laoli