BI Diyakini Bakal Menahan Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para ekonom meyakini Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2023.  Ekonom Senior Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra mengatakan, ini seiring dengan kondisi inflasi serta pergerakan nilai tukar rupiah yang terkendali. 

"Inflasi cenderung terkendali, juga rupiah. Ini menjadi alasan BI akan menahan suku bunganya," ujar Aldian kepada Kontan.co.id, Selasa (14/2). 

Senada dengan Aldian, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga menyebut alasan inflasi yang melandai serta pergerakan nilai tukar rupiah menjadi alasan bagi BI tak mengerek suku bunga acuan di bulan ini.


Bila menilik data inflasi terkini Indonesia. Pada Januari 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi sebesar 5,28% secara tahunan alias year on year (YoY) atau lebih rendah dari inflasi Desember 2022 yang sebesar 5,51% YoY.

Baca Juga: BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga di 5,75% pada Bulan Februari Ini

Sedangkan inflasi inti Januari 2023 tercatat sebesar 3,27% YoY, atau juga melandai dari inflasi inti pada Desember 2022 yang sebesar 3,36% YoY. Keputusan BI biasanya juga dengan menimbang kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). 

David melihat, The Fed ke depan tak akan terlalu agresif dalam mengerek suku bunga acuan. Pun Aldian melihat hal yang sama, bahkan Aldian menilai kenaikan suku bunga acuan The Fed sudah mendekati puncaknya.

"Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kini sudah mendekati peak-nya," terang Aldian. 

Ke depan, Aldian membuka kemungkinan tak ada kenaikan suku bunga acuan lagi hingga akhir tahun 2023. Dengan kata lain, suku bunga acuan pada tahun 2023 ditutup di level 5,75%.

Aldian sudah melihat puncak kenaikan suku bunga acuan BI. Plus, tidak ada kemungkinan suku bunga acuan BI turun pada tahun 2023. 

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Cenderung Tertekan di Awal Pekan

Sedangkan David mengatakan, pergerakan suku bunga acuan hingga akhir tahun 2023 akan sangat bergantung dengan kondisi ekonomi makro ke depan. 

"Masih data dependent. Tergantung kondisi makro ke depan," tandas David. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi