KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah bersama Bank Indonesia resmi meluncurkan program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor produktif. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurai hambatan intermediasi sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4%–5,5%. Menanggapi hal ini, Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menilai, program percepatan intermediasi perbankan yang diluncurkan BI dinilai menjadi langkah positif untuk mendorong penyaluran kredit. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada sisi permintaan (demand) yang saat ini masih tertahan. Menurutnya, persoalan intermediasi tidak hanya terletak pada kesiapan perbankan dalam menyalurkan kredit, tetapi juga minat pelaku usaha untuk berekspansi.
BI Dorong Kredit Lewat Pinisi, Superbank Soroti Demand yang Belum Pulih
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah bersama Bank Indonesia resmi meluncurkan program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor produktif. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurai hambatan intermediasi sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4%–5,5%. Menanggapi hal ini, Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menilai, program percepatan intermediasi perbankan yang diluncurkan BI dinilai menjadi langkah positif untuk mendorong penyaluran kredit. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada sisi permintaan (demand) yang saat ini masih tertahan. Menurutnya, persoalan intermediasi tidak hanya terletak pada kesiapan perbankan dalam menyalurkan kredit, tetapi juga minat pelaku usaha untuk berekspansi.