KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus menggenjot penyaluran kredit perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp 446,5 triliun. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas. "Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 446,5 triliun," ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026). Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Per Juli 2026 Dari total insentif tersebut, alokasi melalui financing channel mencapai Rp 368,4 triliun. Kemudian, interest rate channel sebesar Rp 73,2 triliun dan financing to funding channel sebesar Rp 4,9 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
BI Genjot Kredit Perbankan, KLM Capai Rp 446,5 Triliun Awal Agustus
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus menggenjot penyaluran kredit perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp 446,5 triliun. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas. "Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 446,5 triliun," ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026). Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Per Juli 2026 Dari total insentif tersebut, alokasi melalui financing channel mencapai Rp 368,4 triliun. Kemudian, interest rate channel sebesar Rp 73,2 triliun dan financing to funding channel sebesar Rp 4,9 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAG: