KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas. Hingga minggu pertama Mei 2026, realisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) tercatat mencapai Rp 424,7 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif tersebut disalurkan melalui dua jalur utama, yakni lending channel sebesar Rp 361 triliun dan interest rate channel sebesar Rp 63,7 triliun. “Ke depan, KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit dan non-DPK,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5).
BI Guyur Insentif Likuiditas Makroprudensial Rp 424,7 Triliun hingga Awal Mei 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas. Hingga minggu pertama Mei 2026, realisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) tercatat mencapai Rp 424,7 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, insentif tersebut disalurkan melalui dua jalur utama, yakni lending channel sebesar Rp 361 triliun dan interest rate channel sebesar Rp 63,7 triliun. “Ke depan, KLM akan terus diperkuat dengan memberikan insentif bagi bank yang meningkatkan pembiayaan dan pendanaan, termasuk non-kredit dan non-DPK,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (20/5).