JAKARTA. Indonesia menghadapi tantangan yang sulit, terutama untuk menurunkan defisit transaksi berjalan. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut diperlukan sikap kebijakan yang jelas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, defisit transaksi berjalan yang telah berlangsung selama 10 triwulan adalah cerminan Indonesia yang lambat dalam reformasi dari sisi suplai. Indonesia perlu memperbaiki ketahanan pangan dan energi. Anggaran subsidi energi yang mencapai angka Rp 350 triliun harus segera disiasi. "Harus diperbaiki betul agar Indonesia bisa keluar dari masalah struktural," ujar Agus di Jakarta, Kamis (30/10).
BI: Indonesia lambat dalam reformasi sisi suplai
JAKARTA. Indonesia menghadapi tantangan yang sulit, terutama untuk menurunkan defisit transaksi berjalan. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut diperlukan sikap kebijakan yang jelas. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, defisit transaksi berjalan yang telah berlangsung selama 10 triwulan adalah cerminan Indonesia yang lambat dalam reformasi dari sisi suplai. Indonesia perlu memperbaiki ketahanan pangan dan energi. Anggaran subsidi energi yang mencapai angka Rp 350 triliun harus segera disiasi. "Harus diperbaiki betul agar Indonesia bisa keluar dari masalah struktural," ujar Agus di Jakarta, Kamis (30/10).