JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyimpulkan perlunya rencana induk (master plan) pembangunan kota pintar alias smart city di Indonesia, mengingat banyaknya calon kota mutakhir tersebut di Tanah Air. Hal itu perlu dilakukan agar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi akan maksimal. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, perencanaan untuk pembangunan kota pintar harus terpadu, dan mencakup aspek ekonomi-sosial masyarakat. "Perlu ada master plan untuk pengembangan kota pintar, Indonesia sudah miliki banyak calon," ujarnya usai rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah di Jakarta, Kamis (2/6). Saat ini, menurut Agus, calon kota pintar di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kemudian di luar Jawa, di antaranya Balikpapan, Bontang, Banjarmasin, Makassar dan Manado.
BI: Indonesia punya banyak calon smart city
JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyimpulkan perlunya rencana induk (master plan) pembangunan kota pintar alias smart city di Indonesia, mengingat banyaknya calon kota mutakhir tersebut di Tanah Air. Hal itu perlu dilakukan agar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi akan maksimal. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, perencanaan untuk pembangunan kota pintar harus terpadu, dan mencakup aspek ekonomi-sosial masyarakat. "Perlu ada master plan untuk pengembangan kota pintar, Indonesia sudah miliki banyak calon," ujarnya usai rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah di Jakarta, Kamis (2/6). Saat ini, menurut Agus, calon kota pintar di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kemudian di luar Jawa, di antaranya Balikpapan, Bontang, Banjarmasin, Makassar dan Manado.