BI kaget melihat angka inflasi Juli



JAKARTA. Meski sudak banyak diprediksi sebelumnya oleh para pengamat, tak urung, inflasi Juli yang meroket hingga 3,29% membuat Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Mardowardojo kaget. Pasalnya, angka inflasi setinggi itu di luar perkiraan bank sentral.  "Kita akan kaji ini di dalam pertemuan dewan gubernur bulanan. Kita memang kaget melihat inflasi yang cukup tinggi. Kita melihat ada peningkatan di inflasi inti. Kalau di volatile food (fluktuasi harga makanan) kita sudah cukup punya bayangan, tapi tampaknya biaya pendidikan juga meningkat," tutur Agus saat ditemui di Kantor Presiden, Jumat (2/8).Menurut Agus, tingginya inflasi pada Juli lalu tak lepas dari tekanan pada pertumbuhan konsumsi domestik karena kenaikan harga BBM dan terpengaruhnya investasi akibat perlambatan ekonomi dunia. Saat ini, angka ekspor Indonesia masih tidak terlalu menggembirakan. Ke depan, BI akan mendorong pemerintah untuk menyalurkan anggaran APBN-P dengan cepat, menciptakan iklim yang tidak terlalu pro impor, dan merangsang ekspor supaya ada pasar baru yang disasar. BI sendiri akan merespon tingginya inflasi dengan bauran kebijakan. Respons yang sudah dilakukan selama ini adalah dengan peningkatan suku bunga dan penyesuaian nilai tukar rupiah. "Ke depan kita lihat lagi dan kita akan merespons dalam bentuk bauran kebijakan," imbuh Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Cipta Wahyana