JAKARTA. Lembaga pemeringkat Fitch Rating memang baru saja mempertahankan peringkat utang Indonesia BBB- dengan outlook stabil. Namun, pemerintah tetap harus waspada karena jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia semakin meningkat. Data terbaru Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN pada akhir September 2014 sebesar US$ 292,3 miliar, naik 2,1% dibandingkan triwulan II (Juni) US$ 286,2 miliar. Peningkatan posisi ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kepemilikan posisi utang swasta yang naik 3,1% menjadi US$ US$ 159,3 miliar. Sedangkan utang pemerintah berkurang. Walhasil, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) naik dari 34% menjadi 34,68%. Indikator lainnya juga meningkat. "Perkembangan ULN masih cukup sehat namun perlu diwaspadai risikonya terhadap perekonomian," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Tirta Segara, Selasa (18/11).
BI khawatirkan risiko utang luar negeri yang naik
JAKARTA. Lembaga pemeringkat Fitch Rating memang baru saja mempertahankan peringkat utang Indonesia BBB- dengan outlook stabil. Namun, pemerintah tetap harus waspada karena jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia semakin meningkat. Data terbaru Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN pada akhir September 2014 sebesar US$ 292,3 miliar, naik 2,1% dibandingkan triwulan II (Juni) US$ 286,2 miliar. Peningkatan posisi ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya kepemilikan posisi utang swasta yang naik 3,1% menjadi US$ US$ 159,3 miliar. Sedangkan utang pemerintah berkurang. Walhasil, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) naik dari 34% menjadi 34,68%. Indikator lainnya juga meningkat. "Perkembangan ULN masih cukup sehat namun perlu diwaspadai risikonya terhadap perekonomian," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi BI Tirta Segara, Selasa (18/11).