KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, perang yang terjadi di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global. Selain itu, pasar keuangan global juga memburuk dengan menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya yield US treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari emerging markets.
BI: Konflik Timur Tengah Memperburuk Ekonomi Global, Ketahanan Domestik Diperkuat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, perang yang terjadi di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global. Selain itu, pasar keuangan global juga memburuk dengan menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya yield US treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari emerging markets.