BI: Kredit UMKM Aceh Tumbuh 11,05%, Namun Kredit Bermasalah Mendekati Batas 5%



KONTAN.CO.ID – SABANG. Penyaluran pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Aceh masih menunjukkan pertumbuhan positif. Bank Indonesia (BI) mencatat, pembiayaan UMKM di Aceh tumbuh sebesar 11,05% secara tahunan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Aceh Agus Chusaini mengatakan, pertumbuhan pembiayaan UMKM tersebut masih berada di level dua digit. Selain itu, porsi pembiayaan UMKM terhadap total pembiayaan di Aceh juga cukup besar, yakni mencapai 25,67%.

Meski demikian, BI masih menyoroti risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) UMKM di Aceh yang tercatat sebesar 4,06% pada kuartal II 2026, atau turun dari kuartal II 2025 yang mencapai 4,39%.


Baca Juga: Aset Lembaga Keuangan Mikro Tumbuh 17,36% Capai Rp 1,69 Triliun per September 2026

Meski menurun, Agus menilai rasio NPL tersebut tetap perlu mendapat perhatian karena sudah mendekati batas yang perlu diwaspadai oleh perbankan.

"Kalau di perbankan, jatahnya itu di 5%, jadi dia sudah mendekati ke batas bahaya," ujar Agus dalam agenda pelatihan wartawan Bank Indoensia, Kamis (5/11/2026).

Agus mengatakan, penurunan NPL UMKM tersebut juga perlu dicermati lebih lanjut. Pasalnya, terdapat kebijakan relaksasi kredit bagi debitur terdampak bencana yang berpotensi memengaruhi pencatatan kualitas kredit.

Ia mengaku masih perlu mendalami durasi pemberian relaksasi tersebut bersama pihak perbankan dan otoritas terkait. Sebab, terdapat kekhawatiran bahwa kondisi kredit bermasalah yang sebenarnya bisa lebih tinggi setelah masa relaksasi berakhir.

"Ini masih nanti kita akan dalami lagi. Sampai kapan relaksasi? Karena takutnya ini relaksasi berarti aslinya lebih tinggi sebenarnya," jelasnya.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan UMKM, BI Aceh mendorong penguatan pendampingan dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Salah satunya melalui program business matching yang mempertemukan UMKM potensial dengan lembaga keuangan.

Agus menjelaskan, BI memiliki daftar UMKM binaan yang dinilai telah siap memperoleh pembiayaan. Daftar tersebut kemudian disampaikan kepada lembaga keuangan agar pelaku usaha yang membutuhkan modal dapat lebih mudah memperoleh akses pendanaan.

Baca Juga: KBank Indonesia (BMAS) Terima Pinjaman US$ 10 Juta dari Kasikornbank Global

Selain itu, BI juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan kepada UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan menjaga keberlanjutan bisnisnya, terutama setelah terdampak bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News