BI Mencatat Uang Primer Tumbuh 16,3% Menjadi Rp 2.281,5 Triliun Pada Agustus 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau monetary base (M0) Adjusted pada Agustus 2026 tumbuh 16,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 2.281,5 triliun.

Meski demikian pertumbuhannya menurun dari bulan sebelumnya yang tumbuh 17,1% yoy.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, perkembangan uang primer periode tersebut dipengaruhi pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted sebesar 19,0% yoy.


Baca Juga: Yield SBN Tembus 7%, Nilai Portofolio BI Terancam Tertekan

“Dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9% yoy,” tutur Denny dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Adapun berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Sebagai informasi, M0 Adjusted merupakan indikator uang primer yang telah disesuaikan untuk mengisolasi pengaruh penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas.

Dengan demikian, indikator ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi likuiditas riil di perekonomian.

Baca Juga: BI Pegang Hampir 28% SBN, Yield Tinggi Berisiko Tekan Neraca

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia secara resmi menyertakan indikator M0 Adjusted dalam laporan likuiditas moneter.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam memantau perkembangan likuiditas, terutama setelah penerapan kebijakan insentif likuiditas bagi sektor perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News