BI Menjawab Urgensi Penerbitan Uang Rupiah Model Baru di Era Digital



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di era kemajuan digitalisasi, masyarakat sudah banyak yang beralih ke sistem pembayaran digital. Meski begitu, Bank Indonesia (BI) masih tetap menyediakan uang kertas bagi masyarakat untuk digunakan sebagai alat pembayaran. 

Apalagi, berbarengan dengan momen hari ulang tahun Indonesia ke-77 pada tahun ini, BI pun meluncurkan tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (TE 2022). Uang ini memiliki desain baru dan warna yang lebih mencolok. 

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, pun menjawab urgensi BI untuk tetap mencetak uang baru di tengah digitalisasi ini. Marlison mengatakan, ini karena kebutuhan masyarakat akan uang kartal masih tinggi. 


Baca Juga: Ada Uang Baru Tahun Emisi (TE) 2022, BI Tegaskan Uang Kertas TE 2016 Masih Berlaku

“Kebutuhan akan uang kartal masih tetap tinggi, meskipun ada penurunan karena masyarakat juga banyak yang beralih ke sistem pembayaran digital. Namun, tetap saja banyak yang membutuhkan uang kartal,” tutur Marlison dalam pertemuan bersama awak media, Kamis (18/8). 

Marlison mengatakan, pertumbuhan uang kartal yang beredar akhir-akhir ini masih tumbuh hingga 7,8%. Tetap tumbuh positif, meski memang lebih rendah dari pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai 13% yoy. 

Selain itu, Marlison menyoroti daerah-daerah yang pembangunan infrastrukturnya belum maksimal, sehingga memang masih mengandalkan uang kartal dalam kegiatan ekonomi sehari-hari. 

Baca Juga: Pemerintah Berencana Bayar Bunga Utang Rp 441,4 Triliun pada 2023

Lebih lanjut, penyediaan uang kartal ini juga merupakan tugas BI. Pun, uang kertas Rupiah juga tak hanya alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan Indonesia. 

“Jadi ini kami memenuhi kewajiban dan tugas pokok BI. Kami akan tetap meningkatkan kualitas uang kartal agar masyarakat makin percaya dan secara paralel tetap memajukan sistem pembayaran digital,” tandas Marlison. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli