KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis tingginya imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tidak akan mengganggu likuiditas perbankan untuk penyaluran kredit pembiayaan ke sektor riil. Untuk diketahui, imbal hasil atau yield SRBI saat ini sudah naik ke kisaran 6,45% untuk tenor 12 bulan dan mencapai 6,75% untuk tenor tertentu. Kebijakan penyesuaian ini dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menarik arus modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Seiring dengan itu BI juga telah menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate ke level 5,25%. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Dhaha P. Kuantan mengatakan, meskipun kenaikan BI Rate dan yield SRBI berpotensi menarik dana perbankan masuk ke instrumen SRBI, bank diperkirakan tetap akan menjaga penyaluran kredit karena adanya insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM).
BI Optimistis Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Meski Yield SRBI Tinggi dan BI Rate Naik
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis tingginya imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tidak akan mengganggu likuiditas perbankan untuk penyaluran kredit pembiayaan ke sektor riil. Untuk diketahui, imbal hasil atau yield SRBI saat ini sudah naik ke kisaran 6,45% untuk tenor 12 bulan dan mencapai 6,75% untuk tenor tertentu. Kebijakan penyesuaian ini dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menarik arus modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Seiring dengan itu BI juga telah menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate ke level 5,25%. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Dhaha P. Kuantan mengatakan, meskipun kenaikan BI Rate dan yield SRBI berpotensi menarik dana perbankan masuk ke instrumen SRBI, bank diperkirakan tetap akan menjaga penyaluran kredit karena adanya insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM).
TAG: