KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan yield surat utang pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) yang bertahan tinggi berpotensi menekan nilai portofolio SBN Bank Indonesia (BI). Pasalnya, jika harga obligasi terus turun dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menggerus modal BI karena porsi kepemilikan BI terhadap SBN cukup besar, yakni hampir 28%. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan BI atas SBN mencapai 27,77% per 2 September 2026 dengan nilai net sekitar Rp 1.942,81 triliun.
BI Pegang Hampir 28% Surat Utang Pemerintah, Yield Tinggi Berisiko Tekan Modal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan yield surat utang pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) yang bertahan tinggi berpotensi menekan nilai portofolio SBN Bank Indonesia (BI). Pasalnya, jika harga obligasi terus turun dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menggerus modal BI karena porsi kepemilikan BI terhadap SBN cukup besar, yakni hampir 28%. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan BI atas SBN mencapai 27,77% per 2 September 2026 dengan nilai net sekitar Rp 1.942,81 triliun.