BI: Pekan pertama Oktober, inflasi 0,02%



JAKARTA. Sejumlah harga mencatatkan peningkatan pada Oktober ini. Meski demikian, indeks harga konsumen (IHK) diperkirakan akan mencatat inflasi rendah.

Bulan ini, tarif listrik untuk 12 golongan yang mengikuti mekanisme tarif adjustment (TA) kembali mengalami penyesuaian. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menetapkan tarif listrik pada Oktober 2016 naik sebesar Rp 1-Rp 2 per Kilowatt hour (kWh).

Tak hanya itu, pada bulan ini, beberapa tarif ruas tol mengalami kenaikan sesuai dengan inflasi berdasarkan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mencatat, tiga ruas tol akan mengalami kenaikan di bulan ini, yaitu untuk ruas tol Prof Dr Ir Sedyatmo (Tol Bandara Soekarno-Hatta), Jakarta-Cikampek, dan Kertosono-Mojokerto seksi I.


Belum lagi, curah hujan yang lebih tinggi di bulan ini bisa menimbulkan gangguan pada sejumlah komoditas hortikultura. Curah hujan yang relatif lebih tinggi juga menyebabkan banjir di sejumlah daerah yang dapat mengganggu distribusi pangan. Hal ini tentunya berpotensi menimbulkan peningkatan harga pada komoditas pangan.

Meski demikian, hal tersebut ternyata belum mempengaruhi inflasi. Kepala Divisi Asesmen Inflasi Bank Indonesia (BI) Rizki E Wimanda mengatakan, hasil survei harga mingguan yang dilakukan oleh pihaknya menujukkan inflasi pekan pertama Oktober 2016 menujukkan inflasi tipis.

"Pekan pertama Oktober tercatat inflasi 0,02% MtM (month to month)," kata Rizki kepada KONTAN, Rabu (12/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini