BI: Penjualan eceran kuartal IV-2017 tumbuh meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) melaporkan, penjualan eceran sepanjang triwulan IV-2017 tumbuh membaik yakni 1,8% year on year dibandingkan 0,2% yoy pada triwulan sebelumnya.

Meski demikian, Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2017 tumbuh melambat yakni 0,7% yoy dari November yang 2,5% yoy.

BI melansir, peningkatan penjualan eceran ini terutama bersumber dari kenaikan penjualan pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, makanan dan minuman serta sandang,


Sementara, IPR yang tumbuh melambat disebabkan oleh kontraksi penjualan perlengkapan rumah tangga, peralatan informasi dan komunikasi, serta suku cadang dan aksesori. IPR Desember 2017 tercatat sebesar 219,5.

“Penurunan IPR pada Desember 2017 diperkirakan temporer dan akan kembali tumbuh membaik sebesar 1,4% yoy pada Januari 2018,” tulis BI dalam keterangan tertulis yang dikutip KONTAN, Selasa (6/2).

Penjualan komoditas makanan, minuman, dan tembakau mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan penjualan komoditas lainnya pada periode tersebut.

Adapun penjualan ritel periode Januari 2018 diperkirakan tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil SPE mengindikasikan IPR periode Januari 2018 tercatat sebesar 210,1 atau turun 4,3% mtm dibandingkan 6,2% mtm pertumbuhan penjualan bulan sebelumnya.

“Ini sejalan dengan berakhirnya periode liburan natal dan tahun baru,” ujar BI dalam keterangannya.

Hasil Survei juga mengindikasikan peningkatan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (Maret 2018). Indikasi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan dari 152,8 pada bulan sebelumnya menjadi 158,2 pada survei Desember 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto