BI perkirakan inflasi Januari 0,6%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi bulan ini sebesar 0,6%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,71%. Proyeksi tersebut berdasarkan hasil survei mingguan (SHM) yang dilakukan BI hingga pekan ketiga Januari 2017.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dengan perkembangan tersebut inflasi tahunan bulan ini masih berada di bawah angka 3,5% year on year (YoY).

"Kami harap koordinasi yang kami lakukan di Januari akan membuat kami secara umum bisa mengendalikan inflasi di Januari 2018," kata Agus di Gedung MUI, Rabu (24/1).


Adapun inflasi itu, utamanya disebabkan oleh harga pangan yang bergejolak. Agus menyebut, penyebab utama inflasi bulan ini adalah kenaikan harga beras. Selain itu, sejumlah komoditas hortikultura juga mengalami kenaikan, misalnya cabai.

"Tetapi kami lihat dan sambut baik ketika pemerintah bertujuan untuk impor beras dan kita tahu dalam waktu tidak lama panen beras berlangsung. Dengan demikian, harga beras akan terkendali," tambah dia.

Bank Sentral lanjutnya, bersama dengan Tim Pengendali Inflasi (TPI) baik pusat maupun daerah akan terus berkoordinasi mengenai hal ini. Pihaknya masih meyakini, inflasi tahun ini akan berada di target sasaran inflasi 3,5% plus minus 1%.

Sebelumnya, Ekonom Maybank Indonesia Juniman memperkirakan, inflasi Januari 2018 akan mencapai 0,8%, lebih tinggi dibanding inflasi Desember 2017. Namun secara tahunan, inflasi Januari akan diperkirakan turun ke ke sekitar 3,4% YoY, dari bulan sebelumnya sebesar 3,61% YoY.

Pemicunya, harga bahan pangan yang mengalami tekanan, yaitu beras dan kawan-kawannya. "Meski ada yang turun, mayoritas harga pangan naik," kata Juniman.

Selain itu, penyumbang utama inflasi bulan ini diperkirakan dari kenaikan tarif cukai rokok dan kenaikan harga mobil. Sementara tarif angkutan umum yang menurun diperkirakan menjadi penghambat inflasi bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto