BI Perkuat Intervensi dan SRBI untuk Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Global



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter, sehingga tidak hanya bergantung pada suku bunga acuan.

Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi fokus utama bank sentral karena berperan penting dalam menjaga inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.


"BI akan terus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter yang optimal," tegas Erwin kemarin.

Baca Juga: BI Perkuat Bauran Kebijakan Moneter untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Untuk mencapai tujuan tersebut, BI mengandalkan strategi triple intervention di pasar valuta asing, mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas swap, serta memperkuat penggunaan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) hedging.

Kombinasi kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing.

Selain itu, bank sentral akan menyesuaikan penerbitan SRBI dengan perkembangan likuiditas di pasar uang.

BI juga terus memperkuat implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendukung penyaluran likuiditas ke sektor produktif tanpa mengabaikan stabilitas sistem keuangan.

Baca Juga: BI Andalkan Kepemimpinan Kolektif-Kolegial di Tengah Transisi Gubernur

Di pasar spot, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,06% ke posisi Rp 18.073 per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/7).

Pelemahan tersebut mencerminkan masih tingginya tekanan dari dinamika pasar keuangan global, yang mendorong BI untuk terus mengoptimalkan bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News