BI: Persepsi Konsumen Terhadap Ekonomi Menurun di Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat pada Maret 2026.

Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat 115,4, masih berada pada level optimistis (di atas 100), meski sedikit lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 115,9.

Bank sentral menjelaskan, tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang naik menjadi 129,2, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 125,0.


Baca Juga: BI Catat Keyakinan Konsumen Turun ke Level 122,9 pada Maret 2026

Sementara itu, dua komponen lainnya masih berada di zona optimistis meskipun mengalami penurunan. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat 107,8, turun dari 110,7 pada bulan sebelumnya. 

Adapun Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau Durable Goods (IPDG) berada di level 109,2, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 112,0.

"Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat," dikutip dari laporan tersebut, Jumat (10/4/2026).

Secara spasial, sebagian besar kota yang disurvei mencatat peningkatan IKE, terutama di Denpasar, Medan, dan Bandung. Sebaliknya, sejumlah kota mengalami penurunan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, antara lain Pontianak, Surabaya, dan Padang.

Dari sisi pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini meningkat pada seluruh kelompok. 

Indeks tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan dengan nilai 135,9.

Berdasarkan kelompok usia, hampir seluruh kelompok mengalami peningkatan persepsi terhadap penghasilan saat ini. Namun, kelompok usia 20–30 tahun mencatat sedikit penurunan indeks menjadi 138,3, meski masih berada di level yang sangat optimistis.

Sementara itu, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja juga masih relatif kuat. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden dengan pendidikan pascasarjana mencatat peningkatan indeks menjadi 128,8, sedangkan responden dengan tingkat pendidikan lainnya mengalami sedikit penurunan.

Baca Juga: KPK Mulai WFH Hari Ini (10/4), Pelaporan Gratifikasi Diarahkan Lewat Online

Jika dilihat dari kelompok usia, IKLK berada pada zona optimistis pada hampir seluruh kelompok umur. Namun, responden berusia di atas 60 tahun masih berada pada zona pesimistis dalam menilai ketersediaan lapangan kerja.

Adapun dari sisi konsumsi barang tahan lama, indeks pembelian mengalami peningkatan pada kelompok pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dan Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta, dengan masing-masing indeks mencapai 100,4 dan 110,1. 

Berdasarkan usia, indeks pembelian barang tahan lama tertinggi tercatat pada kelompok usia 20–30 tahun dengan nilai 118,5.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News