BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 15.037 Per Dolar AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah spot melemah 0,31% dan ditutup di level Rp 15.037 per dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan Kamis (21/7). Tren negatif rupiah juga terjadi di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI). Mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 15.017 per dolar AS atau melemah 0,22% dari penutupan sebelumnya.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebut, pelemahan rupiah hari ini tidak terlepas dari keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR di level 3,5%. Menurutnya, di saat The Fed dan bank sentral lainnya agresif menaikkan suku bunga acuan, keputusan BI tersebut justru membuat spread suku bunga BI dengan The Fed semakin sempit.

“Akhirnya terjadi capital outflow karena Investor menjauhi aset berisiko dan lebih memilih dolar AS yang lebih menjanjikan,” ungkap Faisyal ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (21/7).


Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,31% ke Rp 15.037 Per Dolar AS Pada Perdagangan Kamis (21/7)

Sementara untuk perdagangan besok, Jumat (22/7), Faiysal menyebut pergerakan rupiah akan ditentukan oleh dua sentimen eksternal. 

Pertama, hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB). Jika ternyata ECB menaikkan suku bunga secara agresif, maka rupiah akan kembali berada dalam tekanan. Karena spread antara ECB dan BI akan menyempit dan memicu capital outflow.

Kedua, nasib rupiah juga akan ditentukan oleh rilis data klaim tunjangan pengangguran AS. Jika ternyata data lebih baik dari perkiraan semula, maka tekanan terhadap rupiah akan semakin berat.

Berdasarkan hitungannya, Faisyal memproyeksikan rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp 14.800 - Rp 15.200 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News