BI: Pertumbuhan Uang Primer Melambat Jadi Rp 2.396,5 Triliun pada Maret 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia mencatat posisi uang primer atau M0 Adjusted mencapai Rp2.396,5 triliun pada Maret 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, M0 tersebut tumbuh 13,3% secara tahunan (year on year/yoy), namun melambat dibandingkan pertumbuhan posisi M0 bulan sebelumnya yang tumbuh 18,3% yoy.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 41,8% yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 8,6% yoy,” tutur Denny dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).


Baca Juga: Prabowo Akan Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Kamis (9/4)

Berdasarkan faktor yang mempengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Sebagai informasi, M0 Adjusted merupakan indikator uang primer yang telah disesuaikan untuk mengisolasi pengaruh penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas. Dengan demikian, indikator ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi likuiditas riil di perekonomian.

Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Punya Posisi Strategis untuk Jalur Energi Asia

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia secara resmi menyertakan indikator M0 Adjusted dalam laporan likuiditas moneter. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam memantau perkembangan likuiditas, terutama setelah penerapan kebijakan insentif likuiditas bagi sektor perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News