BI Prediksi Penjualan Eceran di Banjarmasin, Jakarta & Medan Meningkat pada Mei 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi kinerja penjualan eceran di sejumlah daerah meningkat pada Mei 2026 dibandingkan April, terutama kota besar seperti Banjarmasin, Jakarta, dan Medan.

Berdasarkan Survei Bank Indonesia secara tahunan, Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 masih mencatat pertumbuhan di beberapa kota, terutama Banjarmasin dengan indeks 119,8 atau tumbuh 18,5% secara year on year (yoy), Semarang (termasuk Purwokerto) dengan indeks 73,0 atau tumbuh 10,9% yoy, serta Manado dengan indeks 180,1 atau tumbuh 7,1% yoy.

Di sisi lain, sejumlah kota masih berada di zona kontraksi. Surabaya mencatat indeks 473,3 atau terkontraksi 3,7% yoy, sedangkan Bandung mencatat indeks 165,9 atau turun 4,2% yoy.


Baca Juga: Bank Dunia Bunyikan Alarm untuk Kelas Menengah Indonesia, Upah Riil Terus Turun

Secara bulanan, mayoritas kota cakupan mengalami kontraksi. Penurunan terdalam terjadi di Semarang (termasuk Purwokerto) yang terkontraksi 23,1% month to month (mtm), diikuti Bandung sebesar 17,6% mtm dan Makassar sebesar 16,6% mtm.

Memasuki Mei 2026, BI memperkirakan kinerja penjualan eceran akan mulai membaik baik secara tahunan maupun bulanan di sejumlah kota.

Secara tahunan, pertumbuhan diperkirakan terjadi di Banjarmasin dengan indeks 120,1 atau tumbuh 19,7% yoy, Jakarta dengan indeks 54,1 atau tumbuh 11,6% yoy, serta Medan dengan indeks 368,2 atau meningkat 2,7% yoy.

Sementara itu, Surabaya diperkirakan mengalami perbaikan meski masih berada di zona kontraksi, dengan indeks 473,4 atau terkontraksi 3,1% yoy, lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi bulanan, sebagian besar kota diproyeksikan mencatat perbaikan kinerja penjualan. Semarang (termasuk Purwokerto) dan Makassar diperkirakan masing-masing tumbuh 1,5% mtm setelah pada April terkontraksi 23,1% mtm dan 16,6% mtm.

Sementara itu, Manado diperkirakan tumbuh 5,8% mtm, berbalik dari kontraksi 7,1% mtm pada bulan sebelumnya.

Adapun Bandung diperkirakan masih berada di zona kontraksi secara bulanan sebesar 5,0% (mtm), namun menunjukkan perbaikan dibandingkan kontraksi 17,6% (mtm) pada April 2026.

Baca Juga: BI Prediksi Penjualan Eceran Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru dan Natal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News