BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta di Kisaran 4,9%-5,7% pada 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal III 2026 hingga akhir tahun tetap positif meski lebih moderat di kisaran 4,9%-5,7% dengan ditopang investasi, belanja pemerintah, dan aktivitas dunia usaha yang masih ekspansif.

Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal III diperkirakan masih terjaga meski tidak setinggi kuartal II 2026.

"Untuk kuartal III ini bagaimana? Kita memperkirakan kuartal III akan tetap positif, meskipun mungkin nanti ada pertumbuhan yang lebih moderat juga dibandingkan yang sekarang," kata Bambang dalam konferensi pers, Jumat (7/8/2026).


Baca Juga: Anggaran Dipangkas, DKI Jakarta Bakal Terbitkan Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun

Menurut Bambang, investasi dan belanja pemerintah masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode Juli-September 2026. 

"Untuk penopang ekonomi Jakarta nanti di triwulan III ini kita melihat dari investasi dan juga belanja pemerintah yang akan terus menjadi penopang," ujarnya.

Optimisme tersebut juga tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia. Bambang mengatakan saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha diperkirakan meningkat dari 35,15% menjadi 40,79% pada kuartal III.

"Sehingga ekspektasinya nanti di kuartal III akan juga bisa tetap kuat, tetap positif," katanya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi DKI Jakarta tumbuh 5,52% secara tahunan pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29%. 

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah yang tumbuh 14,7%, peningkatan investasi, serta sektor perdagangan, informasi dan komunikasi, dan aktivitas yang berkaitan dengan mobilitas serta pariwisata.

Baca Juga: Garap Peluang Kerja di Jakarta, Jangan Lewatkan Peningkatan Kompetensi Ini

Di sisi lain, BI tetap mencermati berbagai risiko eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik global yang dapat memengaruhi harga energi dan perdagangan internasional.

Sementara dari dalam negeri, BI mewaspadai potensi dampak puncak musim kemarau terhadap produksi hortikultura dan produk peternakan yang dapat memengaruhi inflasi pangan.

Selain memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, BI juga memperkirakan inflasi DKI Jakarta sepanjang 2026 akan tetap berada dalam sasaran 2,5±1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News