BI Proyeksi Inflasi Naik di April 2022, Ini Alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kembali terjadi kenaikan inflasi pada April 2022. Berdasarkan survei Pemantauan Harga pada minggu pertama April 2022, inflasi pada bulan ini diperkirakan capai 0,68% dibanding bulan sebelumnya (mom). 

Bila menilik data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), perkiraan inflasi April 2022 ini lebih tinggi dari capaian inflasi Maret 2022 yang sebesar 0,66% mom. 

“Secara tahun kalender, inflasi pada bulan April 2022 ini diperkirakan sebesar 1,89% ytd dan secara tahunan sebesar 3,20% yoy,” tulis Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat (8/4). 


Baca Juga: Bantah Bansos untuk Tekan Inflasi, Begini Penjelasan Dirjen Anggaran Kemenkeu

Erwin kemudian memerinci, inflasi pada bulan April 2022 didorong oleh peningkatan harga minyak goreng sebesar 0,24% mom, kemudian harga bensin naik 0,18% mom, daging ayam ras naik 0,08% mom, serta bahan bakar rumah tangga naik 0,04% mom. 

Kemudian, peningkatan harga cabai merah dan telur ayam ras yang masing-masing sebesar 0,03% mom, sabun detergen bubuk/cair naik 0,02% mom, serta daging sapi, bawang putih, tempe, jeruk, bayam, kangkung, ayam goreng, dan rokok kretek filter yang masing-masing naik 0,01% mom. 

Sebaliknya, masih ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi), seperti contohnya tomat yang turun 0,02% mom dan angkutan udara turun 0,01% mom. 

Baca Juga: BI Ingatkan Inflasi akan Pengaruhi Daya Beli Masyarakat dan Kondisi Fiskal Pemerintah

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari