BI Proyeksikan Penyaluran Kredit Tetap Ekspansif pada Triwulan III



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penyaluran kredit baru perbankan masih akan tumbuh pada triwulan III 2026, meski lajunya diprediksi lebih moderat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Di saat yang sama, perbankan diproyeksikan mulai melonggarkan kebijakan penyaluran kredit guna menopang intermediasi.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, prakiraan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 tercatat sebesar 84,65%. Angka tersebut masih menunjukkan ekspansi, meski lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan II 2026 yang mencapai 93,08%.


Baca Juga: Survei BI: Pertumbuhan DPK Diproyeksi Melambat hingga Akhir 2026

"Penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diprakirakan tetap tumbuh," tulis BI dalam hasil Survei Perbankan yang dirilis, Senin (20/7).

BI menyebutkan, prioritas utama bank dalam menyalurkan kredit pada triwulan III masih didominasi oleh Kredit Modal Kerja (KMK), disusul Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi.

Khusus pada kredit konsumsi, bank diperkirakan lebih memprioritaskan penyaluran kredit multiguna, kemudian Kredit Pemilikan Rumah/Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA), serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit baru diprakirakan terbesar mengalir ke sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta perantara keuangan.

Sejalan dengan prospek pertumbuhan kredit tersebut, BI juga memperkirakan bank akan mulai melonggarkan standar penyaluran kredit pada triwulan III 2026.

Hal itu tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang diprakirakan berada di level minus 2,25. Nilai negatif tersebut mengindikasikan standar pemberian kredit diperkirakan lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pelonggaran terutama terjadi pada kredit investasi, KPR/KPA, kredit modal kerja, serta kredit konsumsi lainnya. Adapun aspek yang diperkirakan paling banyak dilonggarkan adalah plafon kredit dan persyaratan agunan.

Untuk keseluruhan tahun 2026, hasil survei menunjukkan optimisme pelaku perbankan terhadap pertumbuhan kredit mulai sedikit mereda.

Responden memperkirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 tumbuh 7,51% secara tahunan (year on year / YoY), lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit tahun 2025 yang mencapai 9,69%. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan proyeksi responden pada survei sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan kredit sebesar 8,06%.

Baca Juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 17,7% yoy pada Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News