KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga pada Oktober 2026. Meski demikian, BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%, sembari membuka peluang kenaikan apabila tekanan terhadap rupiah berlanjut. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, BI akan menahan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026. Salah satu pertimbangannya adalah kebijakan moneter ketat yang telah ditempuh sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk ditransmisikan ke suku bunga perbankan. "Inflasi September sebesar 3,28% yoy tetap dalam sasaran 2,5±1%, dan kenaikan kumulatif 100 bps pada Mei–Juni masih dalam proses transmisi ke suku bunga perbankan," ujar Banjaran kepada Kontan, Minggu (18/10/2026).
BI-Rate Diprediksi Tetap 5,75% pada Oktober 2026, Peluang Kenaikan Masih Terbuka
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga pada Oktober 2026. Meski demikian, BI diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%, sembari membuka peluang kenaikan apabila tekanan terhadap rupiah berlanjut. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, BI akan menahan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2026. Salah satu pertimbangannya adalah kebijakan moneter ketat yang telah ditempuh sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk ditransmisikan ke suku bunga perbankan. "Inflasi September sebesar 3,28% yoy tetap dalam sasaran 2,5±1%, dan kenaikan kumulatif 100 bps pada Mei–Juni masih dalam proses transmisi ke suku bunga perbankan," ujar Banjaran kepada Kontan, Minggu (18/10/2026).
TAG: