BI rate diramal menjadi penyegar pergerakan IHSG



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat selama perdagangan kemarin. Analis memprediksi, meski masih terbatas, namun penguatan itu masih akan berlanjut hari ini (10/1).Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities menjelaskan, saat ini pasar dipengaruhi aksi wait and see rilis data tenaga kerja AS pada hari ini di mana Nonfarm Payrolls (NFP) diperkirakan akan bertambah 196.000 unit pekerjaan. Angka ini artinya akan lebih kecil dari konsensus ekonom yang memprediksi akan terjadi penambahan 203.000 unit pekerjaan dimana laporan NFP."Hal ini juga akan memberikan sinyal bagi The Fed akan memperbesar nilai tapering ke depannya," jelas Edwin.Atas dasar itu, IHSG hari ini diproyeksi bergerak pada kisaran 4.145-4.232. Saham sektor perbankan, properti, konstruksi, dan konsumer diperkirakan akan kembali menjadi penggerak indeks setelah BI rate dibiarkan tetap oleh Bank Indonesia (BI). Namun, laju IHSG akan tertahan kejatuhan saham berbasis tambang seperti batubara, nikel, dan timah.Yuganur Wijanarko, Senior Research HD Capital juga memproyeksikan IHSG kembali akan menguat. Tapi, dia justru menyarankan para pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dengan penguatan tersebut.Menurutnya, terciptanya new low di grafik mingguan di bawah 4.260 akibat koreksi beberapa hari lalu menandakan adanya potensi reversal penurunan jangka pendek dari formasi kenaikan tiga minggu sebelumnya dari low 4.120 ke 4.330. "Jika seperti ini, rekomendasi saya adalah buy on weakness dan jangan tergoda oleh kenaikan bull yang bisa saja palsu," tambah Yuganur.Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.830-4.120 dan resistance 4.273-4.366. Cermati saham TLKM, JSMR, ASRI, ASII.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie